JEJAKFAKTA.ID – Pemerintah Desa Tungoi satu Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) menggenjot program ketahanan pangan salah satunya adalah mengembangkan budidaya kakao di wilayah setempat.
Untuk menunjukkan komitmennya tersebut, Pemdes Tungoi Satu menggelar kegiatan pelatihan Budidaya Kakao yang dilaksanakan di GOR Kantor desa Tungoi Satu, Rabu 4 Juni 2025.
Inisiasi yang dilakukan langsung oleh Sangadi Sutrisno Ungko tersebut bertujuan mengajak warga masyarakat untuk terus mengembangkan tanaman kakao.

Selain itu melalui pelaksanaan pelatihan budidaya kakao secara rutin, sebuah inisiatif strategis untuk mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
Program pelatihan ini menyasar para petani dan warga desa yang tertarik untuk mengembangkan potensi perkebunan kakao dan saat ini jumlah petani yang telah tergabung didalam program ini adalah sebanyak 300 petani kakao.
Peserta dibekali dengan berbagai teknik budidaya kakao yang efektif, mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Sangadi Desa Tungoi Satu Sutrisno Rianka Ungko, menyatakan bahwa budidaya kakao memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“Kami melihat kakao sebagai komoditas menjanjikan yang dapat memberikan penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat kami.
Dengan pelatihan rutin ini, kami berharap para petani dapat mengimplementasikan praktik terbaik sehingga produksi kakao meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas, ” Ujar Sangadi Sutrisno.
Dia menambahkan, Inisiatif Pemerintah Desa Tungoi Satu ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong diversifikasi usaha di sektor pertanian.
Pemdes berharap dengan adanya program berkelanjutan seperti ini, Desa Tungoi Satu optimis dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan, ” Tandasnya.(Sko)














