JEJAKFAKTA.ID – Lahan perkebunan warga desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di perkebunan Kinalli diterjang banjir bandang, disertai lumpur.
Banjir bandang disertai lumpur tersebut, menurut warga setempat diduga berasal dari aktivitas pertambangan.
Akibatnya, sejumlah perkebunan warga yang berisi tanaman tahunan berupa coklat, pohon kelapa dan tanaman lainnya terancam gagal panen karena sudah rusak dan layu.
RM (47) salah satu pemilik kebun yang berlokasi di Perkebunan Kinalli ikut merasakan dampaknya. Ratusan tanaman kakao dan tanaman lain miliknya terancam gagal panen karena sudah tertimbun lumpur.
Dalam postingannya yang diunggah lewat Media Sosial, RM mengaku berang dan mengecam keras adanya aktivitas pertambangan yang merusak tanamannya.
“Kalu so bagini siapa yang harus bertanggung jawab?, Jadi Lia akang ini Torang pe Kobong so ta tutu Deng lumpur dan otomatis semua tanaman pasti akan layu (mati) ini karena akibat aktivitas tambang yang di lakukan oleh pihak perusahaan yang akhirnya berdampak kerusakan tanaman pada sebagian perkebunan masyarakat.
“Dan ini tidak menutup kemungkinan akan merusak semua lahan perkebunan yang ada di area tambang tersebut, dan otomatis lahan yang sudah tertutup oleh lumpur tidak bisa di garap lagi.
“jadi kami sebagai masyarakat yang merasa di rugikan meminta kepada PEMDA untuk memperhatikan dan menindak lanjuti atas kelalaian pihak perusahaan pengelola tambang yang sudah merusak lahan perkebunan masyarakat, Jadi kami masyarakat yang di rugikan meminta pertanggungjawaban! Begini ungkap RM dalam postingan Medsos Akun “Radji Mokoginta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong Aldi Pudul ketika di konfirmasi mengatakan akan menelusuri informasi ini.
” Terima kasih informasinya, kami akan tindak lanjuti informasi ini, Nanti kami akan turun langsung mengecek lokasi perkebunan ini, ” Singkat Aldi.
Diketahui, perkebunan Kinali adalah sentra perekonomian masyarakat. Hasil panen tanaman seperti kakao dan tanaman lainnya sebelummya tak terkendala apapun. Namun setelah adanya aktivitas pertambangan, tanaman rusak dan berpotensi mati total* (Rudi)














