JEJAKFAKTA.ID, MANADO – Untuk merespons terhadap potensi krisis energi global yang dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, mengambil langkah strategis dengan memberlakukan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut.
Kebijakan ini memberikan ruang adaptasi kerja yang seimbang antara fleksibilitas dan tanggung jawab pelayanan publik.
Meski demikian, Gubernur yang akrab disapa YSK itu menegaskan penerapan WFH bukan berarti ASN libur tetapi bekerja dari rumah, skema WFH akan berlaku selama dua hari dalam sepekan.
Ia menegaskan, setengah dari jumlah ASN tetap diwajibkan hadir di kantor guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“WFH itu bekerja dari rumah, bukan cuti. Lupakan suasana libur kemarin, sekarang saatnya kembali fokus. Jangan sampai pelayanan ke masyarakat terganggu,” tegas Yulius dalam apel perdana pasca libur lebaran, Senin (30/3/2026).
“Kita laksanakan perintah pusat untuk penghematan energi. Matikan lampu dan listrik di kantor jika sudah tidak digunakan. Saya meminta Inspektorat dan Satpol PP untuk melakukan patroli setelah jam kerja selesai. Jangan ada lagi lampu yang menyala sia-sia.
Ia menambahkan bahwa kinerja ASN akan terus dipantau. Masyarakat sedang mengawasi, sehingga ia tidak ingin muncul penilaian negatif bahwa abdi negara malas atau “makan tulang” saat menjalankan tugas dari rumah.
Kebijakan WFH ini merupakan bagian dari strategi penghematan energi nasional. Gubernur mengajak seluruh jajaran untuk peka terhadap situasi global yang sedang tidak menentu, terutama terkait konsumsi BBM dan listrik*














