JEJAK FAKTA,ID – Malang benar nasib SM alias Sar (35) Warga salah satu kelurahan di Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu (Sulut). Betapa tidak dirinya harus hidup sendiri menafkahi anak anaknya tanpa kehadiran seorang suami.
Pasalnya, Suaminya saat ini harus menghadapi proses hukum atas tuduhan terlibat jual beli narkoba. Mirisnya, Sang pelaku utama lolos dari jeratan hukum dan saat ini bisa menghirup udara segar. Tidak seperti suaminya yang sudah 2 bulan telah mendekam di penjara tahan Polda Sulut.
Kepada awak media ini, ibu 3 orang anak mencurahkan isi hatinya saat suaminya yang merupakan tulang punggung keluarga harus menghadapi jeratan hukum akibat tersandung dugaan kasus Narkoba.
” Saat ini saya hanya banyak berdoa, semoga keadilan akan terungkap karena saya yakin suami saya hanya di jebak. Saya tahu persis siapa suami saya dan tidak mungkin dia melakukan hal yang di benci Allah.
“Suami adalah tipe pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Memang benar suami saya hanya bekerja sebagai tukang ojek tetapi saya yakin dalam perkara kasus Narkoba ini dia hanya di manfaatkan oleh seseorang.
Saat itu, menjelang malam suami saya di telpon seseorang dengan bahasa yang seakan akan menyuruh suami saya mengantarkan sesuatu kepadanya. Dan ternyata feeling saya tak keliru, Saya di beritahukan seseorang bahwa suami saya di tangkap karena dugaan Kasus Narkoba.
Sebagai seorang istri yang setia menunggu kedatangan suami sambil berharap suami mendapat rejki tentunya saya kaget. Apa gerangan yang merasuki pikiran suami saya sehingga tega melakukan hal yang melanggar hukum ? Padahal saya dan anak anak tidak meminta lebih asalkan kehidupan kami baik baik saja, ” Ucap SR dengan mata berkaca kaca, Kamis 25/07/2024.
SR menuturkan, Belakangkan terungkap jika suaminya tidak sendiri dalam perkara ini. Dirinya menduga ada seseorang yang menyuruh suaminya melakukan hal yang di larang tersebut.
Berjalannya waktu, Oknum yang diduga pemesan barang haram tersebut menelpon saya dan menjanjikan uang 10 juta sebagai ongkos membiayai hidup anak anak saya.
Namun sayang, ternyata janji tersebut tak di tepati dan terkesan hanya membujuk saya agar tidak buka bukaan mengungkap kasus ini.
Namun saat ini saya butuh keadilan, saya tidak terima jika hanya suami saya yang di penjara dan saya punya banyak bukti untuk mengungkap siapa dalang di balik kasus ini, ” ucap SR sedih.
Kisah SR hanya sebagian kecil dari korban yang butuh keadilan di negeri ini. Karena Fakta hukum yang sering terjadi di lapangan. Saat pihak Aparat Penegak Hukum ingin menangkap tangan targetnya maka sering juga tangan orang lain terjabak sedangkan target sebenarnya bisa lolos.
Secara logis hal itu bisa diterima karena untuk bisa meminimalisir kejahatan di tengah masyarakat maka konsep menggunakan tangan orang lain bisa dilakukan.
Tapi apakah di mata hukum itu dibenarkan atau tidak.?
Dan apakah oknum yang menjebak target bisa dipastikan tidak terlibat dalam kasus tersebut ? Wallahu alam.*
Redaksi.














