DaerahSulut

TP-PKK Sulut Ajak Warga Selamatkan Pangan Lewat Gerakan “Stop Boros Pangan”

364
×

TP-PKK Sulut Ajak Warga Selamatkan Pangan Lewat Gerakan “Stop Boros Pangan”

Sebarkan artikel ini
TP-PKK Sulut Kampanyekan Gerakan "Stop Boros Pangan"

JEJAKFAKTA.ID, Manado – Pangan adalah kebutuhan pokok manusia baik secara individual ataupun masyarakat umum. Jika kebutuhan pangan di abaikan akibatnya sangat fatal.

Meski memiliki persediaan beras yang lebih dari cukup, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara selalu mengkampanyekan “Stop Beras Pangan” melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) bekerja sama dengan TP-PKK (Tim Penggerak PKK Sulut)

Tingginya dampak lingkungan dan indikasi pemborosan pangan ditengah masyarakat perlu diantisipasi oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Hal ini disampaikan Ketua TP-PKK Sulut Anik Fitri Wandriani dalam acara peluncuran pangan beras murah yang berlangsung di Manado, Sabtu 11/10/2025.

“Diluar sana banyak saudara saudara kita yang  kekurangan makanan sehingga jika kita punya kelebihan harus belajar untuk tidak boros pangan .

‘Lebih khusus kita sebagai ibu ibu, Masaklah nasi secukupnya hindari pemborosan makanan. Saya melihat langsung bagaimana ketika ada acara terlalu banyak makanan yang terbuang percuma, ” Ucap Ketua TP- PKK Sulut ini.

Lebih lanjut dikatakannya, makanan adalah rijki dari Tuhan Yang Maha Esa maka harus disyukuri. Rijki kita hari ini belum tentu dapat dinikmati oleh orang lain.

“Ayo kita ajak saudara kita, tetangga dan lingkungan tempat kita bekerja untuk belajar hemat ketika mengkonsumsi makanan dan kampanyekan gerakan “Stop Boros Pangan”, ” Tutupnya.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulut, Frangky Tintingon mengatakan, “Gerakan Stop Boros Pangan” sesuai dengan visi dan misi Gubernur Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Selain itu kata Franky, Stop Boros Pangan sebagai bentuk kepedulian Gubernur YSK terhadap seluruh masyarakat Sulawesi Utara .

“Ayo Stop Boros Pangan” dengan menghemat pangan berarti kita telah menjadi warga negara yang baik yang empati terhadap warga masyarakat yang kekurangan pangan, ” Pungkasnya*(As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *