BolmongSulut

Buka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025, Ini Pesan Wabup Doni Lumenta

718
×

Buka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025, Ini Pesan Wabup Doni Lumenta

Sebarkan artikel ini
Wabup Doni Lumenta Buka Kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025 (JejakFakta.id)

JEJAKFAKTA.ID – Wakil Bupati Bolmong Doni Lumenta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja secara maksimal dalam mewujudkan langkah konkret percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ajakan ini disampaikan Wabup Doni Lumenta saat membuka kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB Bolmong.

Kegiatan yang digelar di Hotel Atlantik Kelurahan Inobonto tersebut turut dihadiri dihadiri Ketua TP-PKK Bolmong, Ny. Kalsum Alhabsyi-Alhabsyi, SE dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa 2/9/2025.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa dengan komitmen dan sinergi yang kuat, upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

Pemkab Bolmong akan terus menekankan agar persoalan stunting dapat di minimalisir. karena menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Rembuk Stunting ini menjadi forum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor agar target penurunan stunting di Bolmong dapat tercapai,” ujar Dony.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Bolmong, Ny. Kalsum Alhabsyi-Alhabsyi, menambahkan bahwa peran keluarga, terutama kaum ibu, sangat penting dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang baik.

Rembuk Stunting tingkat kabupaten ini diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama serta rencana aksi terpadu, sehingga angka stunting di Bolaang Mongondow dapat terus ditekan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas DPPKB Bolmong Julin Ester Papuling, mengatakan, tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan keluarga yang beresiko stunting, agar tidak ada lagi lahir stunting baru.

“Kami mencegah stunting mulai dari menghindari seks bebas dan perkawinan di usia dini bagi remaja, agar tidak terjadi kehamilan dan kelahiran anak yang tidak diinginkan. Karena itu berpotensi melahirkan anak stunting. Jika anak kawin di usia dini ditambah lagi ekonomi pas-pasan maka potensi terjadinya stunting sangat besar,” kata Julin.

Lanjutnya lagi. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan dan desa, menuju Bolmong bebas stunting. ”Salah satu tujuannya juga untuk meningkatkan komitmen serta penguatan peran TPPS kecamatan dan desa,” pungkasnya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *