JEJAK FAKTA.ID – Warga masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara resah, Pasalnya beredar kabar jika dalam waktu dekat ini Aliansi adat AMABOM melakukan kegiatan ritual dilokasi perkebunan Monsi Kecamatan Lolayan.
Hal ini mendapat tanggapan dari Ketua Laskar Bogani Indonesia (LBI) Dolfie Paat, Jumat (6/12/2024
“Kami mempertanyakan adanya ritual adat yang akan di laksanakan oleh salah satu ormas adat di lokasi Bolingongot, wilayah pegunungan Monsi Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Kami selaku ormas adat yang ada di Bolaang Mongondow mempertanyakan, apa maksud tujuan melakukan ritual adat di lokasi Bolingongot itu,” kata Dolfi.
Ia menyampaikan, bahwa pihaknya tidak melarang siapa saja pihak yang ingin melakukan ritual adat, namun harus jelas maksud dan tujuannya.
“Kami tidak melarang, hanya mempertanyakan kenapa ritual adat itu harus dilakukan dilokasi tersebut, apa urgensinya. Jangan sampai ini menimbulkan polemik ditengah masyarakat,” ujar Dolfi.
Ritual adat itu lanjut dia, bisa dilakukan dimana saja. Asalkan tidak menimbulkan pro kontra. Apalagi kata dia saat ini kita ketahui bersama bahwa ada perusahaan tambang resmi yang memiliki ijin dari Negara yang sedang beroperasi di lokasi tersebut.
“Harusnya jika ada investor resmi yang masuk di tanah Bolaang Mongondow, kita harus jaga dan kawal bersama demi kemajuan daerah kita tercinta,” ucap Dolfi.
Pihaknya sangat mendukung penuh investor resmi yang masuk ke daerah. “LBI mendukung penuh investor yang masuk ke tanah Bolaang Mongondow, tentu sesuai dengan regulasi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Dolfi.
Diketahui, ritual adat yang akan dilaksanakan oleh ormas yang menamakan Amabom seperti yang beredar di media sosial tersebut, mendapat penolakan dari warga masyarakat yang sudah lama memanfaatkan hutan wilayah Bolingongot tersebut untuk berkebun*(As)














