BolmongSulut

Ibu Rumah Tangga Asal Langagon Meninggal Dunia Pasca Operasi Caesar Di RSUD Kotamobagu

212
×

Ibu Rumah Tangga Asal Langagon Meninggal Dunia Pasca Operasi Caesar Di RSUD Kotamobagu

Sebarkan artikel ini
Keluarga Pasien Operasi Caesar Saat Membawa Jenazah Almarhum (Jejakfakta.Id)

JEJAKFAKTA.ID – Seorang ibu muda asal Desa Langagon Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) berinisial LP alias Lani (37) dikabarkan meninggal dunia usai menjalani operasi Caesar di RSUD Daerah Kotamobagu, Kamis, 7/8/2025.

Informasi meninggalnya Lani meninggalkan luka mendalam bagi suami, keluarga, dan handai taulan, Pasalnya, Sebelum menjalani operasi Caesar di RSUD, Lani dalam kondisi sehat dan tak ada tanda tanda jika kesehatannya tak stabil.

Fakta ini tentunya membuat keluarga keberatan dan menduga jika ada yang tak sesuai prosedur yang dilakukan pihak RSUD Kotamobagu saat melakukan operasi.

Informasi didapat awak media ini pasien yang belakangan diketahui seorang Perangkat desa di Desa Langagon Satu ini masuk RSUD Kotamobagu pada hari Minggu 3 Agustus 2025. Besoknya hari Senin 4 Agustus 2025 oleh dokter dilakukan tindakan Operasi Caesar.

Dalam proses operasi menurut dokter yang menangani, Pasien Mendapat serangan jantung hingga mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri sampai akhirnya pasien meninggal dunia hari ini Kamis 7 Agustus 2025.

Pada saat itu, harapan keluarga pasien mendapat penanganan Intensif dan minta dirujuk Ke RS Kandow tap pihak RS Kotamobagu beralasan bahwa RS rujukan Kandow Masih Penuh.

Pun menurut Suami pasien,Pasca operasi,dr Tarti yang menangani pasien sulit diajak Konsultasi dan lebih mengarahkan keluarga untuk berkomunikasi dengan dr Anastesi.

Sementara itu melalui konferensi pers bersama para awak media, Pihak manajemen RSUD Kotamobagu terdiri Kepala Seksi Pelayanan Medis dr. Angel Yecylia, dan dokter Sri Tarti Manoppo Sp.Og memberikan klarifikasi jika penanganan pasien operasi Caesar atas nama Lina Potabuga dilaksanakan sesuai SOP (Standar Operasional prosedur).

“Sebelum menangani pasien, Pihak RSUD Kotamobagu berusaha melakukan pelayanan sesuai SOP dan kami pastikan tidak ada yang diabaikan atau melalaikan pelayanan kepada pasien. Namun dalam melaksanakan tugas tentunya ada resiko yang tak terdeteksi oleh siapapun yang bisa saja terjadi kapan saja kepada pasien.

“Catatan medisnya lengkap dan jelas yang kami berikan ke pasien sampai pasien meninggal dunia,” kata dr. Angel Yecylia sambil mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya pasien.

Sementara itu, dr.Tirta Manoppo yang menangani pasien juga memberikan keterangan jika awalnya pasien memang sudah mempunyai riwayat penyakit hipertensi.

 

“Pasien memang sudah ada riwayat hipertensi, Dia periksa ke saya dua kali terakhir tanggal 28 Juli tensinya 140/100 disitu saya langsung memberikan obat dan saya katakan ke pasien bahwa ada penyakit darah tinggi, saat itu dia menanyakan bagimana dengan persalinan, saya katakan semua tergantung keluarga. Saya jelaskan kalau Ibu sudah berumur 37 tahun itu beresiko tinggi, dan anak sudah 4 . Jadi saya katakan sebaiknya persalinannya dilakukan Cesar, tapi ada resiko-resiko, seperti pendarahan, atau tiba-tiba darah tinggi bisa menjadi kematian di meja operasi,” kata dokter Tarti.

Dokter Angel Yecylia juga ikut memberikan jawaban, saat tindakan operasi darah pasien tetap dikontrol melalui monitor.

“Pasien serangan jantung, dan serangan jantung itu kapan saja dia terjadi, baik sementara beraktivitas itu kami tidak bisa prediksi. Kami langsung tindaki Anetesi setelah dokter Tarti menyelesaikan kandungannya dan aman, pasien kami pindahkan ke ICCU. Di situ penanganannya lebih insentif dan kami menggunakan monitor,” kata Dokter Angel Yecylia.

Terkait dengan permintaan keluarga agar pasien segera dirujuk kami sudah lakukan. Namun demikian, Ketika kami berkonsultasi dengan 4 rumah sakit rujukan semuanya penuh sehingga kami tidak ingin mengambil resiko pasien terbengkalai penanganannya sehingga kami masih menunggu informasi dari RS rujukan, ” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *