BolmongSulut

Momen HUT RI Ke-80, Ruslani Andup : Bukan Hanya Seremonial, WPR Harga Mati Rakyat Bolmong

486
×

Momen HUT RI Ke-80, Ruslani Andup : Bukan Hanya Seremonial, WPR Harga Mati Rakyat Bolmong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi WPR dan Tokoh Pemerhati BMR Ruslani Andup (JejakFakta.id)

JEJAKFAKTA.ID – Pada momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Salah satu Tokoh sentral Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Ruslani Andup menyampaikan aspirasi terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan WPR sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan Ruslani Andup saat bersua dengan awak media ini, Selasa 12/8/2025.

Menurut Tokoh Politik Senior ini, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, khususnya yang ke-80 pada tahun 2025, diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan aksi nyata untuk kemajuan bangsa.

Pemerintah pusat dan daerah harus berani menekankan pentingnya memaknai HUT RI sebagai ajang membangkitkan semangat gotong royong dan persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan negara.

“Saya atas nama rakyat Bolmong meminta kepada seluruh Anggota DPRD mulai dari tingkat daerah dan tingkat pusat agar lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan memajukan daerah.

Untuk diketahui, dimana daerah kami tepatnya didesa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow di kelilingi sumber daya alam berupa kandungan emas yang sampai hari ini menjadi mata pencaharian warga untuk menghidupi keluarga.

Sayang sekali, harapan kami khususnya penambang lokal yang menggantungkan hidup dengan menambang belum merasakan bagaimana nikmatnya kemerdekaan RI. Kenapa, hari ini penambang lokal hanya menjadi pekerja dibalik kemakmuran penambang asing (Cukong).

Tapi, saya tidak ingin terlalu jauh membahas persoalan cukong biarlah itu menjadi ranahnya pihak berwenang. Yang kami inginkan hari ini dimomen kemerdekaan RI ke 80 adalah berikan hak kami sebagai rakyat yang berhak menikmati kekayaan alam berupa ijin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), ” Tandas Papa Ety sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Ruslani Andup meminta dengan segala hormat kepada Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Presiden RI Prabowo Subianto dimomen HUT RI ke 80 dengan Tagar NKRI harga mati, atas nama rakyat Bolaang Mongondow mewakili rakyat bolaang Mongondow bersatu meminta kebijakan serta ruang kepada pemerintah RI agar kesejahteraan masyarakat harus jadi harga mati.

Majukan daerah kami yang terbalut erat dengan NKRI serta  berikan kami ruang dan kesempatan dan mohon dapat di fasilitasi secara hukum sesuai peraturan pemerintah/Permen / Perda yang sudah teramandemen agar dapat dipertimbangkan Pemerintah dan kami juga mohon dukungan dari seluruh wakil wakil rakyat di semua tingkatan mulai dari DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI agar aspirasi kami untuk mewujudkan wilayah pertambangan rakyat yang memiliki Legalstanding hukum yang tetap dapat diperjuangkan.

Berikan kami ruang untuk mengurus tanah kami sendiri, biarkan kami rakyat kelolah sendiri untuk memajukan dan membangun serta mensejahterakan daerah kami sendiri.

Satu kata dari kami kepada Presiden RI Prabowo Subianto, jangan biarkan kami menderita di Moment HUT RI ini, Kami ingin merdeka secara utuh.

Diakhiri aspira saya, atas nama Pribadi dan warga masyarakat Bolmong khususnya warga masyarakat Kecamatan Lolayan mengucapkan Selamat HUT RI ke 80, NKRI HARGA MATI .. Merdeka.. merdeka.. merdeka..*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *