BolmongSulut

Pimpin Upacara HSN 2025, Bupati Yusra : Santri Adalah Pelopor Kemajuan Bangsa

404
×

Pimpin Upacara HSN 2025, Bupati Yusra : Santri Adalah Pelopor Kemajuan Bangsa

Sebarkan artikel ini

JEJAKFAKTA.ID – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 yang digelar di lapangan Pemkab Bolmong, Rabu (22/10/2025).

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema:” Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Yusra Alhabsyi mengatakan jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah membuat pusat pendidikan di nusantara, yang menjadi tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempa diri dalam akhlak dan karakter. dimana menurutnya dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

‎Ia menambahkan, dari rahim pesantren lahir para tokoh besar bangsa Indonesia, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat. dimana dikatakannya saat ini banyak alumni pesantren yang menjadi tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia.

‎‎”Bahkan saat ini banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional, membawa nama baik Indonesia di kancah global,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yusra Alhabsyi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di ponpes Al Khoziny Sidoarjo.

“jadikan musibah ini sebagai momentum penting untuk dapat berbenah,”ucap Bupati Yusra.

Dalam sambutan itu juga, Bupati  membacakan sambutan seragam dari Menteri Agama Republik Indonesia, yang menyampaikan bahwa Hari Santri 2025 merupakan momentum istimewa karena menandai satu dekade peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan pada tahun 2015.

“Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan para santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Lebih lanjut juga Bupati Yusra mengatakan, Hari Santri, harus menjadi momen kebangkitan santri Indonesia di era modern. Santri masa kini tidak hanya dituntut untuk menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. “Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri,” tegasnya.

Diakhir sambutan, Bupati Yusra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat perjuangan dan keislaman yang damai dan berkeadaban.

“Mari kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban. Selamat Hari Santri 2025*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *