JEJAK FAKTA.ID – Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I saat ini sedang dalam tahap pembangunan rumah relokasi korban erupsi gunung ruang, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel.
Pantauan media ini, Proyek Nasional yang di kerjakan oleh PT Ninda Karya tersebut dalam tahap pemetaan. Pembangunan rumah sudah mulai di bangun dengan kontruksi Rumah Instant Sederhana (Risha).
Kontruksi rumah sistem Rumah Instant Sederhana Sehat (Risha) sangat kuat dan tahan gempa.
Risha berbeda dengan bangunan yang menggunakan batu bata. Rumah sistem Risha ini sangat praktis, selain asri dan nyaman di lihat, bangunan ini juga anti gempa,
Sangadi (Kepala Desa-red) Desa Modisi Grace Bawaele mengatakan, Pemdes Modisi mendukung sepenuhnya pembangunan Perumahan untuk pengungsi korban gunung ruang Sangihe.
” Iya, tentunya kami mendukung sesuai arahan Pemkab Bolsel dan Kementerian ATR/BPN. Selaku Sangadi saya berharap pembangunan perumahan korban gunung ruang ini akan berjalan lancar tanpa kendala.
Proyek ini adalah program Nasional dan seluruh warga Negara wajib hukumnya untuk mendukung program kemanusiaan tersebut termasuk Warga masyarakat dan Pemdes Modisi.
Pemdes Modisi tentunya sangat mendukung pembangunan perumahan ini, Selain untuk kemanusiaan, Proyek ini adalah proyek Nasional sehingga Pemdes selalu melakukan koordinasi dengan semua tingkatan mulai dari Camat, Bupati hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Sejauh ini pelaksanaan di lapangan tak ada kendala apapun, Pihak kontraktor juga selalu berkoordinasi dengan Pemdes Modisi. Jika dalam pekerjaan kendala di lapangan misalnya ada tanaman warga yang terdampak pekerjaan proyek tersebut, Perusahaan akan melakukan ganti rugi tetapi tentunya status tanahnya harus jelas agar tidak terjadi miskomunikasi agar tak ada yang di rugikan.
Saya menghimbau kepada masyarakat Modisi agar jika ada lahan warga yang terdampak pekerjaan proyek perumahan Korban Gunung ruang tersebut agar segera melaporkannya ke Pemerintah Desa Modisi, Pintu rumah Sangadi terbuka bagi siapa saja, Pasti ada solusinya, ” Ujar Sangadi Grace.
Sementara salah satu Tokoh Masyarakat Desa Modisi kepada awak media ini mengaku bersyukur karena pekerjaan rumah untuk korban gunung ruang sudah mulai berjalan.
“Selaku Tokoh Masyarakat Modisi, saya mendukung sepenuhnya pembangunan perumahan untuk saudara kita korban gunung ruang.
Namun meskipun pekerjaan berjalan lancar. Karena ini adalah proyek Nasional maka saya kira perlu di back up pengamanan dari Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Bolsel untuk lebih mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.
“Karena ini proyek Nasional maka saya kira perlu ada Back Up dari APH seperti penempatan personil Polres Bolsel di Pos perusahaan, ” Tandasnya.
Kapolsek Pinolosian Ipda Tedd Ramon Mandagi SH Sth ketika dikonfirmasi mengatakan, Permintaan pengamanan oleh anggota kepolisian di tempat manapun harus melalui proses dan mekanisme sesuai dengan undang undang yang berlaku.
Ya, tidak masalah kalau perusahaan penanggung jawab pekerjaan butuh pengamanan pihak Kepolisian. Namun harus ada permintaan dari Perusahaan atau dari Pemdes Modisi, ” itu arahan Kapolres kepada kami, ” Ucap Tedd*














